Jumat, 22 Februari 2019

Teori Developmental State, perkembangan dan Studi Kasus : Negara Taiwan.

Developmental State
Merupakan proses bagaimana suatu negara mendapatkan kemakmuran seperti yang ada di negara-negara barat, karena bagi developmentalism kemajuan terlihat dari kemajuan yang ada di barat, dan seharusnya mereka mendapatkan cadangan & devisa yang besar dari perdagangan.
            Teori ini berangkat dari pemikiran Merkantilisme, yang bagaimana pemerintah dan pedagang bekerjasama untuk mendapatkan keuntungan, yaitu dengan pemerintah menyediakan regulasi untuk eisiensi pasar yang menguntungkan pedagang dalam perekonomian.

Teori Developmental State & Perkembangan Ekonomi
·      Kebijakan pembangunan ekonomi yang digerakkan oleh pemerintah negara yang lebih mengutamakan produsen daripada konsumen yang menguntungkan perusahaan.
·         Adanya kontrol pemerintah dalam kompetisi ekonomi pasar.
·         Elit-elit ekonomi, politik dan otonomi negara berkuasa dan bekerjasama dalam regulasi dan manajemen.
·         Masyarakat di dukung dan dipaksa untuk menabung kekayaannya.

Otonomi Negara ( Autonomy of State )
·         Adanya kolusi ( kerjasama rahasia ) antara pemerintah dan pengusaha.
·         Modal murah, kebijakan pinjaman, dan proyek pemerintahan.
·      Negara yang sedang membangun berusaha mempromosikan pertumbuhan yang berorientasi ekspor   dan menekan upah.

Contoh dari fenomena developmental state, yaitu Asian Miracle. Yang mana pada tahun 1970an negara-negara dibagian Asia Timur mengalami pembangunan dan industri yang besar-besaran sehingga mengalami kemajuan ekonomi yang besar bagi negaranya. Contohnya yaitu : China ( Tiongkok ), Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan lain sebagainya.

The Pillars of East Asian Style Capitalism
            Merupakan hal-hal yang harus dikorbankan bagi negara-negara Asia ketika menjadi negara yang menjadi negara industrialisasi dan memiliki kemajuan yang pesat, maksudnya di salahsatu sisi ketika mereka ingin membangun negaranya, ada beberapa hal yang harus dikorbankan.
·         Tenaga kerja dengan upah yang murah.
·        Lemahnya oposisi, dan dominasi partai tertentu. Contohnya : China dengan dominasi partai Kounis  Sosialis.
·         Berkuasanya konglomerat besar yang memiliki ruang lingkup yang luas.
·       Teknokratik ( pengelolaan manajemen sumberdaya pada negara industri oleh kelompok teknokrat )     otonomi negara : arah kebijakan dan anggaran dan lemahnya legislatif. 
·         Sistem pemerintahan yang tidak demokratis

Perlukah bagi suatu negara untuk menerapkan developmental state?
Menurut saya sangat perlu, karena disamping dengan mengorbankan berbagai hal, namun terdapat berbagai kemajuan suatu negara agar dapat Raising dan juga negara tidak bergantung kepada negara lain untuk bisa meningkatkan perekonomiannya sendiri, salahsatunya dengan melakukan perdagangan internasional yang mengutamakan ekspor daripada impor
Selain itu, negara melakukan hal yang demikian untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya sendiri, sehingga masyarakat merasa diperhatikan dalam hal ekonomi. Dan pemerintah yang berkuasa bersifat nasionalis, sehingga berusaha dengan sekuat tenaga agar dapat memakmurkan negara.
Dan juga konsep developmental state menjadi keuntungan tersendiri bagi pedagang, yang mana pemerintah mendukung sepenuhnya dan mengontrol pasar dengan menyediakan regulasi dan fasilitasi perekonomian pasar sehingga pedagang semakin diuntungkan engan adanya kontrol dan dukungan sepenuhnya oleh negara.

Studi Kasus : Pembangunan Ekonomi di Taiwan
            Pembangunan dan kemajuan ekonomi di Taiwan bukan sertamerta merupakan suatu kejadian yang langsung menjadi negara yang Raising, namun melalui proses pembangunan secara bertahap dari tahun ke tahun.
Tahun 1950
-          Menciptakan stabilitas ekonomi dan produksi makanan.
-          Pembangunan industri domestik mulai didorong melalui kebijakan tarif dan impor.
-          Meningkatkan produksi makanan, stabilitas harga makanan, dan stabilitas sosial.
-      Pembangunan industri dengan substitusi impor untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan   kebutuhan devisa.
Tahun 1960
-          Peningkatan ekspor industri ringan.
-      Tekanan pada tahap ini diberikan kepada penciptaan industri padat karya yang berorientasi pada     ekspor untuk memanfaatkan tenaga kerja murah dan merambah pasar luar negeri.
-          Reformasi sistem kebijakan nilai tukar dan perpajakan.
-          Penguatan investasi dan ekspor.
Tahun 1970
-          Merupakan tahap pembangunan industri dasar dan berat.
-   Secara aktif menyelesaikan pembangunan seperti kereta api, bandara, pelabuhan, listrik, dan   infrastruktur lainnya.
-          Mulai mengurangi ketergantungan pada pasokan asing / impor produk.
Tahun 1980
-          Terjadi liberalisasi ekonomi pembangunan berbasis teknologi.
-          Surplus perdagangan luar negeri.
-          Industri teknologi seperti IT, teknologi dan mesin ditingkatkan.
Tahun 1990
-      Industri IT semakin booming, sehingga industri padat karya mulai dipindahkan ke berbagai negara   lain ( offshore ), karena tingginya upah domestik.
-        1993, menjadi produsen terbesar di dunia dengan beberapa produk IT seperti monitor, motherboard,  dan lain-lain.
-          1995, menjadi produsen hardware IT  ketiga di dunia.
Tahun 2000-sekarang
-   Melakukan remodeling industri, untuk meningkatkan stok modal nasional dengan memperluas  investasi publik dan mendorong investasi swasta.
-        Membangun banyak industri.

Referensi  :
Ahmad Jayadi, “ Rahasia Sukses si Naga Kecil “, artikel Ragam, desember 2012, dalam majalah Gatra. Univer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar