Developmental State
Merupakan
proses bagaimana suatu negara mendapatkan kemakmuran seperti yang ada di
negara-negara barat, karena bagi developmentalism kemajuan terlihat dari
kemajuan yang ada di barat, dan seharusnya mereka mendapatkan cadangan &
devisa yang besar dari perdagangan.
Teori ini berangkat dari pemikiran Merkantilisme, yang bagaimana pemerintah
dan pedagang bekerjasama untuk mendapatkan keuntungan, yaitu dengan pemerintah
menyediakan regulasi untuk eisiensi pasar yang menguntungkan pedagang dalam
perekonomian.
Teori Developmental
State & Perkembangan Ekonomi
· Kebijakan pembangunan ekonomi yang
digerakkan oleh pemerintah negara yang lebih mengutamakan produsen daripada
konsumen yang menguntungkan perusahaan.
·
Adanya kontrol pemerintah dalam kompetisi
ekonomi pasar.
·
Elit-elit ekonomi, politik dan otonomi
negara berkuasa dan bekerjasama dalam regulasi dan manajemen.
·
Masyarakat di dukung dan dipaksa untuk
menabung kekayaannya.
Otonomi Negara (
Autonomy of State )
·
Adanya kolusi ( kerjasama rahasia ) antara
pemerintah dan pengusaha.
·
Modal murah, kebijakan pinjaman, dan
proyek pemerintahan.
· Negara yang sedang membangun berusaha
mempromosikan pertumbuhan yang berorientasi ekspor dan menekan upah.
Contoh
dari fenomena developmental state, yaitu Asian Miracle. Yang mana pada tahun 1970an negara-negara dibagian Asia Timur
mengalami pembangunan dan industri yang besar-besaran sehingga mengalami
kemajuan ekonomi yang besar bagi negaranya. Contohnya yaitu : China ( Tiongkok
), Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan lain sebagainya.
The Pillars of East
Asian Style Capitalism
Merupakan hal-hal yang harus
dikorbankan bagi negara-negara Asia ketika menjadi negara yang menjadi negara
industrialisasi dan memiliki kemajuan yang pesat, maksudnya di salahsatu sisi
ketika mereka ingin membangun negaranya, ada beberapa hal yang harus
dikorbankan.
·
Tenaga kerja dengan upah yang murah.
· Lemahnya oposisi, dan dominasi partai
tertentu. Contohnya : China dengan dominasi partai Kounis Sosialis.
·
Berkuasanya konglomerat besar yang memiliki
ruang lingkup yang luas.
· Teknokratik ( pengelolaan manajemen
sumberdaya pada negara industri oleh kelompok teknokrat ) otonomi negara : arah
kebijakan dan anggaran dan lemahnya legislatif.
·
Sistem pemerintahan yang tidak
demokratis
Perlukah bagi suatu negara untuk menerapkan
developmental state?
Menurut
saya sangat perlu, karena disamping dengan mengorbankan berbagai hal, namun
terdapat berbagai kemajuan suatu negara agar dapat Raising dan juga negara
tidak bergantung kepada negara lain untuk bisa meningkatkan perekonomiannya
sendiri, salahsatunya dengan melakukan perdagangan internasional yang
mengutamakan ekspor daripada impor
Selain
itu, negara melakukan hal yang demikian untuk kemajuan dan kemakmuran bangsanya
sendiri, sehingga masyarakat merasa diperhatikan dalam hal ekonomi. Dan
pemerintah yang berkuasa bersifat nasionalis, sehingga berusaha dengan sekuat
tenaga agar dapat memakmurkan negara.
Dan
juga konsep developmental state menjadi keuntungan tersendiri bagi pedagang,
yang mana pemerintah mendukung sepenuhnya dan mengontrol pasar dengan
menyediakan regulasi dan fasilitasi perekonomian pasar sehingga pedagang
semakin diuntungkan engan adanya kontrol dan dukungan sepenuhnya oleh negara.
Studi Kasus :
Pembangunan Ekonomi di Taiwan
Pembangunan dan kemajuan ekonomi di
Taiwan bukan sertamerta merupakan suatu kejadian yang langsung menjadi negara
yang Raising, namun melalui proses
pembangunan secara bertahap dari tahun ke tahun.
Tahun 1950
-
Menciptakan stabilitas ekonomi dan
produksi makanan.
-
Pembangunan industri domestik mulai
didorong melalui kebijakan tarif dan impor.
-
Meningkatkan produksi makanan,
stabilitas harga makanan, dan stabilitas sosial.
- Pembangunan industri dengan substitusi
impor untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan kebutuhan devisa.
Tahun 1960
-
Peningkatan ekspor industri ringan.
- Tekanan pada tahap ini diberikan kepada
penciptaan industri padat karya yang berorientasi pada ekspor untuk
memanfaatkan tenaga kerja murah dan merambah pasar luar negeri.
-
Reformasi sistem kebijakan nilai tukar
dan perpajakan.
-
Penguatan investasi dan ekspor.
Tahun 1970
-
Merupakan tahap pembangunan industri
dasar dan berat.
- Secara aktif menyelesaikan pembangunan
seperti kereta api, bandara, pelabuhan, listrik, dan infrastruktur lainnya.
-
Mulai mengurangi ketergantungan pada
pasokan asing / impor produk.
Tahun 1980
-
Terjadi liberalisasi ekonomi pembangunan
berbasis teknologi.
-
Surplus perdagangan luar negeri.
-
Industri teknologi seperti IT, teknologi
dan mesin ditingkatkan.
Tahun 1990
- Industri IT semakin booming, sehingga industri padat karya mulai dipindahkan ke
berbagai negara lain ( offshore ),
karena tingginya upah domestik.
- 1993, menjadi produsen terbesar di dunia
dengan beberapa produk IT seperti monitor,
motherboard, dan lain-lain.
-
1995, menjadi produsen hardware IT ketiga di dunia.
Tahun 2000-sekarang
- Melakukan remodeling industri, untuk
meningkatkan stok modal nasional dengan memperluas investasi publik dan
mendorong investasi swasta.
- Membangun banyak industri.
Referensi :
Ahmad Jayadi, “ Rahasia
Sukses si Naga Kecil “, artikel Ragam, desember 2012, dalam majalah Gatra.
Univer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar